Oleh: angga perdana | Oktober 15, 2010

Komisi III DPR setujui Kapolri baru

Setelah melalui uji kelayakan sampai Kamis menjelang tengah malam, semua fraksi di Komisi III DPR menyetujui pencalonan Komisaris Jenderal Timur Pradopo sebagai Kapolri yang baru.

Dengan dukungan dari partai-partai koalisi pemerintah, pencalonan Timur Pradopo hampir pasti akan disetujui oleh DPR.

Namun sejumlah fraksi seperti PKS, Gerindra dan PDI Perjuangan mengajukan sejumlah catatan. Mantan Kapolda Metro Jaya ini adalah calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Yudhoyono.

Anggota komisi III dari PDI Perjuangan Gayus Lumbuun menjelaskan fraksinya pada akhirnya menerima Timur Pradopo meski beberapa anggotanya mengajukan pertanyaan kritis kepada Timur Pradopo.

Menurut Gayus, catatan yang dikemukakannya adalah mempersoalkan usulan presiden yang tanpa alasan mencalonkan Komjen Timur Pradopo.

Padahal hal ini, katanya, diatur Undang-undang No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian. Disitu dicantumkan harus ada alasan misalnya habisnya masa pensiun Kapolri lama.

“Saya dengan terang terangan mengatakan kegagalan calon ini di penugasan yang lama ini yang diatur Pasal 11 Undang-undang Kepolisian,” katanya.

“Saya dengan terang terangan mengatakan kegagalan calon ini di penugasan yang lama ini yang diatur Pasal 11 Undang-undang Kepolisian”

Gayus Lumbuun, Anggota PDI Perjuangan

“Kemudian untuk calon Kapolri haruslah melalui jenjang kepangkatan dan karir,” kata Gayus. Dia menambahkan, jenjang kepangkatan Timur terhitung dalam waktu sehari dari bintang dua menjadi bintang tiga.

Dalam sidang Komisi III, di luar kasus-kasus korupsi, beberapa menanyakan langkah-langkah kepolisian dalam menangani kasus-kasus kekerasan dan toleransi beragama.

Anggota Komisi III dari PDI Perjuangan Eva Sundari mempertanyakan sikap calon Kapolri atas keterlibatan ormas seperti FPI dalam penegakan hukum.

Sedangkan anggota Komisi III dari Partai Hanura Syarifuddin Suding menantang calon Kapolri untuk menyelesaikan kasus talangan Bank Century.

Timur Pradopo 4 Oktober mendapat promosi dari pangkat inspektur jenderal menjadi komisaris jenderal , dan dia mengisi pos baru sebagai Kepala Badan Pemeliharaan (Kabaharkam) Polri setelah sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya.

Jenderal Timur Pradopo lahir di Jombang pada 10 Januari 1956 dan lulus Akademi Kepolisian pada 1978.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: