Oleh: angga perdana | Oktober 15, 2010

Pemanfaatan Sagu di Indonesia Tertinggal dari Malaysia

Kementerian Pertanian mengakui pemanfaatan sagu di Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan Malaysia dan dan Thailand meskipun luas areal pertanamannya lebih tinggi dibandingkan kedua negara tersebut. Menteri Pertanian Suswono di Bogor, Kamis mengungkapkan, luas areal sagu di Indonesia saat ini sekitar 1,12 juta hektare atau 51,3 persen dari luas perkebunan sagu dunia seluas 2,20 juta ha.

Sementara itu, lanjutnya pada Seminar dan Lokakarya Sagu Nasional, luas perkebunan sagu di Malaysia hanya 1,5 persen dari luasan perkebunan tebu dunia, bahkan Thailand 0,2 persen.
“Namun dari segi pemanfaatan, Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand,” katanya.

Menurut dia, meskipun memiliki potensi sebagai pangan sumber karbohidrat alternatif non beras, namun hingga 2009 angka konsumsi sagu masyarakat Indonesia masih rendah yakni 0,41 kg/kapita/tahun. Dari segi wilayah, tambahnya, konsumsi sagu masyarakat perdesaan sebesar 0,71kg/kapita/tahun sedangkan untuk kawasan perkotaan hanya 0,08 kg/kapita/tahun.

Pemanfaatan sagu sebagai pangan sumber karbohidrat ternyata secara nasional juga paling rendah dibandingkan komoditas pangan non beras lainnya seperti singkong, ubi jalar, kentang dan jagung. “Padahal sagu sangat potensial sebagai sumber karbohidrat yaitu mengandung 84,7 gram per 100 gram bahan,” kata Menteri Pertanian.

Kadar karbohidrat tersebut setara dengan yang terdapat pada tepung beras, singkong dan kentang, bahkan dibandingkan dengan tepung jagung dan terigu kandungan karbohidrat tepung sagu relatif lebih tinggi. Suswono menyatakan, kandungan energi dalam 100 gram tepung sagu sebesar 353 kilo kalori, hampir setara dengan bahan pangan pokok lain berbentuk tepung seperti beras, jagung, singkong, kentang dan terigu.

Namun demikian, dia menyatakan, konsumsi terigu di Indonesia jauh melebihi sagu yakni mencapai 12,88 kg/kapita/tahun untuk wilayah perkotaan sedangkan di perdesaan 9,05 kg/kapita/tahun. Menurut Mentan, konsumsi sagu secara nasional tertinggi di Provinsi Papua, kemudian Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Riau.

Sementara itu daerah potensial penghasil sagu di Indonesia antara lain Provinsi Riau, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua, yang mana 90 persen areal sagu di Indonesia diperkirakan berada di Papua.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: